<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554</id><updated>2011-08-11T07:20:39.446-07:00</updated><category term='Seamolec'/><title type='text'>...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-3115405281002766996</id><published>2008-09-04T08:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T00:13:38.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seamolec'/><title type='text'>Bikin design pesenan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMBB8FfOV6I/AAAAAAAAAGI/OToaIvS3QsM/s1600-h/999design.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMBB8FfOV6I/AAAAAAAAAGI/OToaIvS3QsM/s200/999design.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242262466780354466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni ada situs bagus untuk usaha online, gratis pelajari disini http://99designs.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-3115405281002766996?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/3115405281002766996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=3115405281002766996' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3115405281002766996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3115405281002766996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/09/bikin-design-pesenan.html' title='Bikin design pesenan'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMBB8FfOV6I/AAAAAAAAAGI/OToaIvS3QsM/s72-c/999design.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-8785191740875662251</id><published>2008-09-02T20:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T02:26:40.888-07:00</updated><title type='text'>KIAT MULAI BISNIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMOd3-z2iOI/AAAAAAAAAGQ/OtLyfMxB_2Y/s1600-h/800x600-13.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMOd3-z2iOI/AAAAAAAAAGQ/OtLyfMxB_2Y/s200/800x600-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243207976268237026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudahdah kita berjuang meraih kesuksesan dan menikmati kesuksesan kita dengan bahagia hari ini? Ya, kesuksesan kita hari ini tidak berarti kita akan meraih kesuksesan di masa depan lagi. Tanpa adanya persiapan dan perjuangan lebih keras lagi, maka kesuksesan hari ini sulit untuk kita pertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari kalimat di atas adalah kesuksesan memerlukan sebuah kerja keras dalam mencapai dan memperjuangkannya. Makanya kita yang bergerak dalam dunia bisnis, jangan pernah bermimpi untuk meraih kesuksesan jika kita tidak siap untuk bekerja keras. Ciri orang yang suka bekerja keras adalah orang yang tidak takut gagal dan siap meraih kesuksesan. Motonya, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Namun demikian kita jangan mengartikan moto tersebut agar kita harus jatuh bangun berkali-kali dalam &lt;span class="fullpost"&gt;bisnis hingga kita dapat sukses, tetapi kita harus mengantisifasi kegagalan. Untuk itu kita harus memiliki pedoman-pedoman yang tepat sebelum menjalankan bisnis. Menurut Karim Business Consulting ini kiat-kiatnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki keberanian.&lt;br /&gt;Berani mengambil resiko gagal, dan berani mengambil resiko sukses. Sayangnya belum banyak orang secara penuh berani menjalankan bisnis padahal sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan matang yang membuatnya sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tekun&lt;br /&gt;Jika tidak sungguh-sungguh menekuni bisnis kita, maka jangan punya impian tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berpikir Rasional&lt;br /&gt;Di awal usaha, kita harus memilih bisnis yang resikonya kecil. Jangan nekat berencana. Yang penting usaha kita harus sesuai dengan bidang, minat, hobi, dan pengetahuan yang kita kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bekerja sama dan Belajar&lt;br /&gt;Usaha tidak akan berjalan tanpa bantuan orang lain, dan jaringan yang kuat, untuk itu belajarlah dengan kesuksesan orang lain. Pelajari kebutuhan pasar, dan kompetitor kita, maka akan lebih mudah kita menemukan peluang yang dibutuhkan pasar dan tidak dibidik oleh kompetitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Modal Finansial, tidak terlampau penting dalam bisnis karena dengan networking yang kuat, kita dapat memanfaatkannya untuk memberikan kucuran dana, dan produk sebagai modal berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Business Planning. Perencanaan yang matang menjadi tolak ukur kesuksesan kita di masa datang. Dalam perencanaan ini termasuk pengawasan arus kas atau pembukuan sehingga pengaturan pendapatan, pengeluaran, keuntungan dan kerugian dapat terpantau dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.........&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/&lt;br /&gt;Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.&lt;br /&gt;Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/.&lt;br /&gt;Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.&lt;br /&gt;http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416156&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-8785191740875662251?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/8785191740875662251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=8785191740875662251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/8785191740875662251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/8785191740875662251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/09/kiat-mulai-bisnis.html' title='KIAT MULAI BISNIS'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SMOd3-z2iOI/AAAAAAAAAGQ/OtLyfMxB_2Y/s72-c/800x600-13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-3659930301969729974</id><published>2008-08-26T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T23:26:02.737-07:00</updated><title type='text'>Dunia Internet Yang Luar biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SLTyAb08ckI/AAAAAAAAAFo/NnSext0-sUs/s1600-h/Internet3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SLTyAb08ckI/AAAAAAAAAFo/NnSext0-sUs/s200/Internet3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239078355822473794" /&gt;&lt;/a&gt;November 2007 lalu, berawal dari keisengan, saya membuat blog di internet. Yang satu untuk sharing uneg-uneg di kepala http://www.1000hari.blogspot.com/ dan yang satu lagi untuk memperkenalkan produk saya (www.buku-agenda.blogspot.com).&lt;br /&gt;Eh, saya langsung mendapat order pertama dari teman saya, Irwanto di http://www.tanah-abang.com/.&lt;br /&gt;Order kedua, beberapa hari kemudian, datang dari Satya (http://www.union.co.id/), juga seorang sahabat saya.&lt;br /&gt;Dalam pertemanan, saya tidak pernah menawarkan produk ke teman-teman. Malu sih, takutnya timbul salah paham, dikira memanfaatkan. Kuatirnya akan merusak persahabatan [padahal sebenarnya tidak, &lt;span class="fullpost"&gt;kita bahas ini nanti di Guerilla Marketing].&lt;br /&gt;Ternyata, terkadang teman-teman juga membutuhkan produk kita. Karena tidak pernah cerita, mereka tidak pernah tahu bahwa kita mempunyai produk tersebut. Jadi, belanja pada kompetitor, sayang khan!&lt;br /&gt;Nah, blog dapat menjadi mediasi buat kita yang malu-malu, sehingga tidak malu-maluin … ha3x&lt;br /&gt;Wah, ini benar-benar pengalaman unik dan pertama buat saya…&lt;br /&gt;So, teman-teman…&lt;br /&gt;Mengapa Anda tidak memulai membuat blog Anda sekarang juga?&lt;br /&gt;Caranya… guampang banget… cukup ketik keyword "membuat blog" di google atau yahoo. Dalam sekejap, Anda akan mendapat turtorial lengkap dengan gambar…&lt;br /&gt;Atau, anda dapat mengikuti langkah demi langkah yang telah di susun Irwanto di http://www.andatidaksendiri.com/isi_artikel.php?id=31&lt;br /&gt;So, mengapa tidak memulainya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See You At the Top,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johny Rusly&lt;br /&gt;Website penulis : http://1000hari.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-3659930301969729974?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/3659930301969729974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=3659930301969729974' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3659930301969729974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3659930301969729974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/08/dunia-internet-yang-luarbiasa.html' title='Dunia Internet Yang Luar biasa'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SLTyAb08ckI/AAAAAAAAAFo/NnSext0-sUs/s72-c/Internet3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-3259244318627781284</id><published>2008-06-26T20:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T00:13:01.635-07:00</updated><title type='text'>Usaha Keren Gula Semut Aren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SGRa0LUK9dI/AAAAAAAAAFQ/eB56OGfen4c/s1600-h/aren%2Bdi%2Bpegunungan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SGRa0LUK9dI/AAAAAAAAAFQ/eB56OGfen4c/s200/aren%2Bdi%2Bpegunungan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216394120838968786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Source: Tabloid Agro Indonesia, September 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang serba organik tengah digandrungi masyarakat. Entah itu sayuran atau buah-buahan. Fenomena tadi tentu menjadi peluang bagi pebisnis. Seperti yang dilakoni Indrawanto dengan merintis usaha gula semut aren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan usaha itu dimulai sejak Desember 2005. Ketika itu, Indrawanto yang pernah berkarier selama 20 tahun di perusahaan swasta ternama, mendirikan CV Diva Maju ang tersebar di Tangerang dan Jakarta. Keuntungannya? Ayah dua anak ini merahasiakannyBersama. UKM yang memproduksi Diva’s Palm Sugars, gula semut aren ( gula aren bubuk) dengan modal awalnya Rp 200 juta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sudan saatnya saya berdikari," ujamya mantap pada Agro Indonesia, mengenang tekadnya untuk berwirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terjun ke bisnis aren karena bahan baku-nya mudah didapat. Apalagi Indonesia memiliki aren yang melimpah. Itu sebabnya, urusan bahan baku pihaknya tidak kesulitan. Dalam sebulan dipasok rata-rata 20-30 ton dari petani daerah sekitar Jawa Barat dan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar informasi, aren tumbuh di sepanjang daratan Asia Selatan, Papua Nugini dan utara Australia. Tanaman yang tingginya antara 10-30 meter ini memiliki 20 famili. Di Indonesia sendiri dikenal tiga jenis yakni Aren (Arenga Pinnata), Aren Gelora (Arenga Undulatifiola) dan Aren Sagu (Arenga Micracarpa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aren termasuk pohon serbaguna. Mirip kelapa karena hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Sebut saja mulai dari tandan bunga, buah, daun, batang, akar sampai ijuknya, Nah, yang dijadikan bahan baku gula semut adalah tandan bunga jantan yang disadap niranya. Sedangkan tandan bunga betina menghasilkan kotang-kaling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur usahanya yang berada di Serpong Tangerang dan mengkaryakan 4 orang itu mengeluarkan dua macam gula aren. Ada yang cetakan dan ada yang bubuk. Pada prinsipnya, kata Indrawanto, yang cetakan atau bubuk sama saja. Bedanya, yang dicetak memiliki kelemahan, jika kurang baik penyimpanannya paling banter tahan sebulan&lt;br /&gt;karena bisa bulukan. Yang bubuk tahan dua tahun, asal disimpan di tempat yang kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, Diva’s Palm Sugar memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan lantaran minus campuran bahan kimia apapun. "Niranya disadap dari tanaman aren yang tumbuh alami di lereng-lereng bukit dan hutan yang tentunya tanpa pupuk atau pestisida buatan manusia. Jadi produk ini pantas disebut gula organik," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lainnya, tambah Indrawanto, Diva’s Palm Sugar produk sehat dan aman untuk dikdnsumsi sehari-hari ketimbang gula pasir misalnya. "Kadar manisnya 80% lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, menurut pria kelahiran Lampung 1961 ini, gula semut aren buatannya cocok untuk pemanis segala rupa minuman misalnya teh, kopi atau es kelapa muda. Juga campuran yang pas untuk roti, wafer, biskuit dan makanan bayi. Bahkan memperkuat khasiat dan cita rasa seduhan jahe, kunyit asam, sari temulawak dan mengkudu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meski demikian, yang namanya usaha tentu ada tantangannya. "Semula gula semut Aren dianggap eksklusif karena harganya mahal. Tapi seiring dengan naiknya gula pasir tentu anggapan tadi tidak berlaku lagi. Jadi ke depan, gula ini bukan hanya dikonsumsi masyarakat menengah atas saja tapi menjangkau semua lapisan,"ujarnyaoptimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seal harga, sedikit lebih mahal dibandingkan harga gula pasir biasa yang berkisar Rp6.000 an/kg. Produk gula semut yang cetakan dibandrol Rp7.500-Rp9.000 perkilo. Tergantung kualitas, standar atau super. Yang bubuk dihargai Rp8.500-Rp 11.000 perkilo. Tergantungkadar air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mahal, namun produknya tetap laris manis, Dalam sebulan kapasitas produksinya yang mencapai 30 ton itu sekitar separuhnya mampu diserap berbagai industri makanan. Pelanggannya ada 6 pabrik ya. "Bisa satu atau dua digit," katanya enggan. Yang pasti, bisnis gula semut amat manis. $ Fenny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara dan asal pengumpulan biji untuk persiapan bibit  antara lain dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Pembibitan dan biji yang keluar dari perut musang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula–mula direndam dalam air dingin selama lebih dari kurang 5 menit. Kemudian dibersihkan dan dijemur sekitar 2 hari. Setelah kering, biji disemaikan dalan polibag yang telah diisi dengan tanah subur dan gembur (jika perlu bisa dicampur dengan sedikit pupuk organik) dengan kedalaman sekitar 1 cm. Biasanya dalam waktu 12-13 hari biji aren mulai berkecambah, yang ditandai dengan munculnya hipokotil. Selanjutnya setelah 30 hari disemaikan, biji tersebut muncul ke permukaan tanah polibag. Persentase perkecambah biji aren dengan cara ini mencapai 80-85 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Pembibitan biji aren tua yang dipetik langsung dari pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula biji dipendam di dalan tumpukan sampah yang masih basah dan sudah agak membusuk , selama lebih kurang 15 hari. Tujuannya, selain untuk memudahkan pengupasan kulit buah juga untuk merangsang proses fisiologi perkecambah biji. Setelah itu biji dicuci dengan air dingin dan dikeringkan di bawah panas matahari sekitar 2 hari. Selanjutnya biji di semaikan dalam polibag seperti untuk penyemaian dari biji yang keluar dari perut musang. Tempat persemaian sebaiknya dinaungi, bahkan beberapa petani biasa menutupi bedengan, setelah berkecambah tutup bedengan baru dibuka. Kecambah di dalam bedengan tetap dinaungi dan disiram secukupnya untuk menjaga kelembaban. Biasanya setelah 34 hari biji akan mulai berkecambah dan sekitar 2-3 minggu kemudian biji akan muncul kepermukaan tanah polibag. Persentase perkecambahaan bahan biji dengan cara ini sekitar 45 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Pembibitan biji aren tua yang berasal dari pohon yang di tebang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini merupakan modifikasi dari model pembibitan biji aren yang dipetik langsung dari pohon. Urutannya dimulai dengan memetik buah, pemendaman, dalam sampah, pengulitan, pembersihan, dan penjemuran. Sebelum disemaikan, bagian punggung biji diiris (dekat bakal tunas) selebar kira-kira 5 mm. Selanjutnya biji direndam dalam air dingin sekitar 24 jam untuk mempercepat proses imbibisi. Setelah itu biji disemaikan dalam polibag dan biasanya sesudah 16-17 hari mulai berkecambah, dan 2-3 minggu kemudian akan muncul kepermukaan. Persentase perkecambahan biji aren dengan cara ini sekitar 75 %.&lt;br /&gt;d). Pembibitan aren dapat juga dilakukan dengan menggunakan biji aren tua yang berasal dari buah yang berjatuhan. Caranya dapat dilakukan dengan sistem pembibitan dari biji yang buahnya dipetik langsung dari pohon yang ditebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tanaman aren dapat diperbanyak secara generatif (dengan biji), maka akan diperoleh bibit tanaman dalam jumlah besar, sehingga dapat dengan mudah mengembangkan (membudidayakan) tanaman aren secara besar-besaran.&lt;br /&gt;Langkah yang perlu dilakukan dalam pengumpulan dan pemilihan  biji adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;·         Pengumpulan buah aren yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;·         Berasal dari pohon aren yang pertumbuhannya sehat, berdaun lebat.&lt;br /&gt;·         Buah aren masak benar (warna kuning kecoklatan dan daging buah lunak).&lt;br /&gt;·         Buah berukuran besar (diameter minimal 4 cm)&lt;br /&gt;·         Kulit buah halus (tidak diserang penyaklit).&lt;br /&gt;·         Keluarkan biji aren buah yang telah dikumpulkan dengan membelahnya.&lt;br /&gt;·         Memilih biji-bijian aren yang memenuhi syarat :&lt;br /&gt;·         Ukuran biji relative besar&lt;br /&gt;·         Berwarna hitam kecoklat-coklatan&lt;br /&gt;·         Permukaan halus (tidak keriput)&lt;br /&gt;·         Biji dalam keadaan sehat/tidak berpenyakit.&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan biji adalah bahwa buah aren terkandung asam oksalat yang apabila mengenai kulit kita akan menimbulkan rasa sangat gatal. Oleh Karena itu perlu perlu dilakukan pencegahan antara lain dengan cara :&lt;br /&gt;·         Memakai sarung tangan apabila kita sedang mengambil biji dari buahnya.&lt;br /&gt;·         Hindari agar tangan kita tidak menyentuh bagian tubuh lain, ketika mengeluarkan biji-biji aren tersebut dari buahnya.&lt;br /&gt;· Cara lain untuk mencegah agar tidak terkena getah aren ketika kita sedang mengeluarkan bijinya dari buah yaitu dengan memeram terlebih dahulu buah-buah aren yang sudah tua sampai membusuk.&lt;br /&gt;Pemeraman dapat dilakukan dengan memasukan buah aren ke dalam kotak kayu dan ditutup dengan karung goni yang selalu dibasahi. Setelah ± 10 hari, buah aren menjadi busuk yang akan memudahkan pengambilan biji-bijian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembibitan&lt;br /&gt;Pengadaan bibit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu bibit dari : permudaan alam dan bibit dari hasil persemaian biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan bibit dari permudaan alam/anakan liar.&lt;br /&gt;Proses pembibitan secara alami dibantu oleh binatang yaitu musang (Paradoxurus hermaproditus). Binatang tersebut memakan buah-buahan aren dan bijinya dan bijinya keluar secara utuh dari perutnya bersama kotoran. Bibit tumbuh tersebar secara tidak teratur dan berkelompok. Untuk menanamnya dilapangan, dapat dilakukan dengan mencabut secara putaran (bibit diambil bersama-sama dengan tanahnya).&lt;br /&gt;Pemindahan bibit ini dapat langsung segera ditanam di lapangan atau melalui proses penyapihan dengan memasukan anakan ke dalam kantong plastic (polybag) selama 2-4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan bibit melalui persemaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan bibit dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang baik, dilakukan melalui pengadaan bibit dengan persemaian. Namun untuk mendapakan benih yang baik perlu memilih pohon induk yang memenuhi syarat. Adapun kriteria pohon induk yang baik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.       Batang pohon harus besar dengan pelepah daun merunduk dan rimbun&lt;br /&gt;Sampai saat ini tanaman aren yang tumbuh dilapangan dikategorikan dalam 2 aksesi yaitu Aren Genjah (pohon agak kecil dan pendek) dengan produksi nira antara 10 - 15 liter/tandan/hari, dan Aren Dalam (pohon besar dan tinggi) dengan produksi nira 20 – 30 liter/tandan/hari. Untuk pohon induk dianjurkan adalah aksesi Dalam.&lt;br /&gt;Oleh karena itu hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan menentukan pohon induk sebagai sumber benih yaitu pohon yang sudah berbunga baik sistem pembungaan betina maupun sistem pembungaan jantan dan sedang disadap niranya. Hal ini penting karena tanaman aren dikenal sebagai tanaman hapaksantik yaitu fase reproduktifnya membatasi pertumbuhan batang dengan daya tahan hidup mencapai 3 tahun.&lt;br /&gt;2.       Pohon terpilih harus memiliki produktifitas yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui bahwa pohon induk yang telah dipilih sebagai sumber benih dari mayang betina dengan memiliki produktifitas nira yang tinggi antara 20 – 30 liter/mayang/hari, maka perlu dilakukan penyadapan nira dari mayang jantan pertama atau kedua. Sebab tidak semua mayang jantan yang keluar (9 – 11 mayang) dan tidak semua pohon mengeluarkan nira. Hal ini sangat dipengaruhi oleh proses fisiologi tanaman. Apabila yang disadap mayang jantan pertama atau kedua produksi niranya banyak maka pohon tersebut adalah produktif untuk pohon induk sebagai sumber benih. Pohon yang terpilih sebagai sumber benih dengan produksi nira yang banyak maka tidak dianjurkan untuk proses penyadapan untuk tandan-tandan selanjutnya secara berturut-turut. Bila pohon induk dilakukan penyadapan terus menerus (dipaksa) maka akan menghasilkan buah yang kelihatannya utuh tetapi bijinya berkerut bahkan kempes sehingga bila ditanam menghasilkan pohon aren yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan buah dan biji&lt;br /&gt;1. Pengumpulan buah&lt;br /&gt;Buah yang digunakan sebagai sumber benih harus matang, sehat yang ditandai dengan kulit buah yang berwarna kuning kecoklatan, tidak terserang hama dan penyakit dengan diameter buah ± 4 cm. Sebaiknya buah yang diambil adalah yang terletak dibagian luar rakila. Buah aren ini dapat disimpan selama 2 minggu pada karung plastik atau kardus untuk memudahkan pemisahan biji (benih) dari kulit.&lt;br /&gt;2.       Pengambilan biji dari buah&lt;br /&gt;Pengambilan biji dari dalam buah aren harus menggunakan sarung tangan karena buah aren mengandung asam oksalat yang akan menimbulkan rasa gatal apabila kena kulit. Cara lain, yaitu dengan memeram buah-buah aren yang telah dikumpulkan sampai kulit buah menjadi busuk sehingga biji telah terpisah dari daging buah. Dengan cara ini, biji dapat diambil dengan mudah dan pada kondisi ini kulit buah aren tidak gatal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pematahan Dormansi Biji untuk mempercepat perkececambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alami biji aren memiliki masa dormansi yang cukup lama, yaitu bervariasi dari 1-12 bulan yang terutama disebabkan oleh kulit biji yang keras dan impermeabel sehingga menghambat terjadinya imbibisi air ke dalam biji. Upaya pematahan dormansi telah dilakukan untuk mengatasi impermeabilitas kulit biji ini melalui perendaman dengan HCl, H2SO4, air panas dan skarifikasi. Dormansi biji aren juga disebabkan oleh adanya zat inhibitor perkecambahan seperti ABA, kematangan embrio yang belum sempurna dan faktor genetis tanaman aren.&lt;br /&gt;Dapat dikatakan bahwa penyebab dormansi kemungkinan besar berasal dari kulit biji yang impermeabel dan inhibitor perkecambahan yang ada pada kulit biji dan endosperm biji, karena embrio yang ditanam langsung secara in vitro dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan eksplan embrio+endosperm. Artinya endosperm berpengaruh menghambat pertumbuhan embrio itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembibitan Aren memerlukan waktu yang lama, karena benih aren memiliki sifat dormansi. Walaupun dormansi benih merupakan sifat alami untuk dapat bertahan hidup agar spesiesnya tetap lestari, tetapi sifat dormansi benih tersebut dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan pembibitan. Kendala yang masih dihadapi dalam penyediaan bibit aren antara lain belum tersedianya teknologi yang dapat memperpendek dormansi benih&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya berkecambah sangat rendah dan beragam (10 – 65%), dan waktu yang diperlukan untuk memulai berkecambah cukup lama yakni sekitar 4 – 6 bulan (Mashud, dkk.,1989).&lt;br /&gt;Penyebab kedormanan benih aren antara lain adalah tebalnya kulit benih dan ketidakseimbangan senyawa perangsang dan senyawa penghambat dalam memacu aktivitas perkecambahan benih. Disamping itu meningkatnya senyawa kalsium oksalat pada buah aren yang telah matang juga diduga sebagai penghambat perkecambahan, disisi lain kalsium oksalat dikeluhkan oleh petani karena dapat menimbulkan rasa gatal. Pada dasarnya dormansi benih aren dapat diperpendek dengan berbagai perlakuan sebelum dikecambahkan, baik secara fisik, kimia dan biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal beberapa cara untuk memecahkan dormansi biji aren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara I :&lt;br /&gt;·         Merendam biji dalam larutan HCL dengan kepekatan 95 % dalam waktu 15 – 25 menit.&lt;br /&gt;·         Meredam biji dalam air panas bersuhu 50º selama 3 menit.&lt;br /&gt;· Biji dikikis kulitnya di daerah pertumbuhan kecambah, lalu direndam dalam air selama 4 hari , kemudian disimpan pada suhu 28°-30°C sampai terjadi perkecambahan. Kecambah kemudian ditanam dalam pasir halus yang lembab hingga mencapai pertumbuhan daun ketiga&lt;br /&gt;· Media penyemaian dapat dibuat dengan kantong plastic ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan kompos, pasir dan tanah 3 : 1 : 1 dan lubangi secukupnya pada bagian bawahnya sebagai saluran drainase. Biji-biji yang telah diperlakukan tersebut dimasukan kedalam kantong plastic tersebut sedalam sekitar ¾ bagian biji di bawah permukaan tanah dengan lembaga menghadap ke bawah dengan posisi agak miring.&lt;br /&gt;·         Untuk mencapai bibit siap tanam di lapangan (ukuran = 40 cm) diperlukan waktu persemaian 12 – 15 bulan.&lt;br /&gt;Cara II :&lt;br /&gt;·         Merendam biji dengan larutan KNO3 dengan kepekatan 0,5 %  selama 36 jam (Saleh, 2003)&lt;br /&gt;·         Meredam biji dalam air panas bersuhu 50º selama 3 menit.&lt;br /&gt;·         Memberi perlakuan fisik dengan mengikis punggung (dekat embrio) atau skarifikasi dengan kertas amplas&lt;br /&gt;· Media penyemaian dapat dibuat dengan kantong plastic ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan kompos, pasir dan tanah 3 : 1 : 1 dan lubangi secukupnya pada bagian bawahnya sebagai saluran drainase. Biji-biji yang telah diperlakukan tersebut dimasukan kedalam kantong plastic tersebut sedalam sekitar ¾ bagian biji di bawah permukaan tanah dengan lembaga menghadap ke bawah dengan posisi agak miring.&lt;br /&gt;·         Daya kecambah sekitar 40 – 50 %, kecepatan berkecambah sekitar 40 - 55 hari.&lt;br /&gt;· Bibit yang telah ditanam memerlukan penyiraman dan naungan agar terhindar dari cahaya matahari secara langsung. Bibit aren dapat dipindahkan ke lapangan (ditanam) setelah berumur 6-8 bulan sejak daun pertama terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara III&lt;br /&gt;·         Biji yang sudah dikumpulkan dikeringkan dengan cara dijemur selama 1-2 hari.&lt;br /&gt;·         Kemudian biji direndam selama 24 jam&lt;br /&gt;· Biji diangkat dan dimasukkan kantongan plastik yang kedap udara dan diikat tertutup, hal ini dilakukan sampai biji pecah dan kecambah muncul. Menurut pengalaman petani tahap ini memerlukan waktu sekitar 7 hari.&lt;br /&gt;· Hanya biji-biji yang berkecambah yang diambil untuk dipindakan di polibag, sedang biji yang belum berkecambah dikembalikan lagi ke dalam kantong plastik. Kantong plastik yang berisi benih ini disimpan pada tempat tertutup. Penyimpanan kantong-kantong yang berisi biji ini sebaiknya pada media sekam padi. Karena dengan kondisi yang lembab di dalam kantong plastik sekaligus hangat di timbunan sekam padi, dapat memacu embrio untuk berkecambah. Pengalaman ini adalah dari petani aren dari Sulawesi Selatan dan sudah dipraktekkan di kebun pembibitan aren di Nunukan Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;Cara IV&lt;br /&gt;· Apabila bibit aren sudah berumur sekitar 4 bulan atau sudah setinggi 3 cm, maka bibit dipindahkan ke polibag lain yang telah diisi dengan media tanam yang lebih subur (terdiri dari tanah dan pupuk organik atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:2). Ukuran polibagnya pun harus lebih besar, misalnya lebarnya 25 cm dan tingginya 30 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan selama pembibitan&lt;br /&gt;Pemeliharaan selama pembibitan meliputi penyiraman rutin, penyiangan, pengemburan tanah, dan pemupukan. Sampai bibit umur 2-3 tahun pemberian pupuk cukup dua kali. Pupuk yang diberikan berupa NPK atau Urea, TSP, dan ZK dengan perbandingan yang sama. Untuk tahun pertama setiap bibit cukup diberi 20 g dan tahun berikutnya 40 g.&lt;br /&gt;Pemeliharaan bibit  polibag kecil di persemaian tahap 1 dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;· Benih yang sudah berkecambah di tanam dalam polibag ukuran 15 x 20 cm dengan media tanam campuran tanah : sekam : pupuk kompos (3 : 1 :1) atau bahan dan perbandingan yang lain.&lt;br /&gt;·         Bibit polibag ini disusun dengan agak dijarangkan dengan jarak antar polibag sekitar 20-30 cm.&lt;br /&gt;·         Penyiraman bibit 2 kali sehari, pagi jam 08.00 – 09.00 dan sore hari jam 15.00 – 16.00&lt;br /&gt;· Penyiangan persemaian yaitu menghilangkan rumput-rumput pengganggu yang tumbuh baik di polibag maupun di tanah tempat persemaian.&lt;br /&gt;·         Pemberantasan hama dan penyakit, apabila ada gejala serangan hama dan penyakit.&lt;br /&gt;·         Pemberian pupuk pada bibit  kecil ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pada tanah di sekitar bibit tanaman.&lt;br /&gt;· Adapun jenis dan jumlah pupuk yang diberikan pada saat persemaian ini belum terlalu banyak, karena tanamannya masih kecil.&lt;br /&gt;· Persemaian 1 ini berjalan selama antara 4-5 bulan atau sesuai perkembangan tanaman, sehingga polibag terasa sudah tidak nyaman lagi bagi bibit tanaman aren ini, karena perkembangan akar, batang dan daunnya sudah agak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan bibit  polibag besar di persemaian tahap 2 dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;· Ukuran polibag yang digunakan pada persemaian 2 ini sama dengan yang digunakan untuk bibit kelapa sawit, yaitu ukuran 20 kg atau berukuran , 50x80 atau 60x90 cm.&lt;br /&gt;·         Media tanam yang digunakan adalah tanah : sekam : pupuk kompos (4:2:2)&lt;br /&gt;· Setelah polibag besar diisi media sekitar 1/2 volume polibag, polibag bibit disusun teratur dengan jarak antar polibag sekitar 80 – 100 cm.&lt;br /&gt;· Pemindahan bibit dari polibag pertama ke polibag besar dilakukan tidak merubah posisi letak polibag besar yang sudah berisi tanah. Bibit dan medianya diambil dengan cara merobek polibag kecil dengan pisau tanpa membongkar media dan susunan perakarannya, kemudian diletakkan pada polibag yang sudah berisi tanah tersebut. Media tanah ditambahkan untuk menutup bibit tersebut sehingga polibag terlihat penuh.&lt;br /&gt;· Penyiraman pada persemaian bibit polibag besar ini pada pembibitan skala besar biasa menggunakan sistem irigasi springkler. Pengairan dilakukan minimal satu hari sekali, tergantung kelembaban tanah atau curah hujan.&lt;br /&gt;· Pemupukan dilakukan setiap sebulan sekali dengan jenis pupuk Urea &amp;amp; SP 36 sebanyak 10 -20 gram/ pohon, atau bisa juga dilakukan setiap 2 bulan dengan jenis pupuk Urea &amp;amp; SP 36 sebanyak 20 -40 gram/ pohon.&lt;br /&gt;·         Pemeliharaan dilakukan sampai bibit siap ditanam di lapangan, dengan umur bibit sekitar 16-18 bulan setelah semai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman&lt;br /&gt;Bibit yang baik dan siap ditanam mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;·         Perkembangan pertumbuhan akar batang dan daunnya proporsional.&lt;br /&gt;· Akar sudah menembus keluar dari polibag, batangnya cukup kokoh dan daunnya membuka lebar dengan susunan daun yang merekah (tidak menguncup).&lt;br /&gt;·         Jumlah daun cukup banyak (sekitar 6 -10 lembar), warna daun hijau segar dengan permukaan yang mengkilat.&lt;br /&gt;Kelebihan tanaman aren dibanding tanaman perkebunan lainnya seperti sawit adalah, tanaman aren bisa ditanam secara berdampingan dengan tanaman lain atau dengan sistem tumpang sari. Namun demikian penanaman aren dapat dilakukan dengan sistim monokultur atau dengan sistim agroforestri/tumpangsari.&lt;br /&gt;Dengan sistim monokultur terlebih dahulu dilakukan pembersihan lapangan dari vegetasi yang ada (land clearing) dan pengolahan tanah dengan pembajakan atau pencangkulan serta pembuatan lubang tanaman.&lt;br /&gt;Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan jarak antar lubang (jarak tanam) 5 x 5 m atau 9 x 9 m. untuk mempercepat pertumbuhan pada lubang tanaman diberi tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, urea, TSP, sekitar 3 – 5 hari setelah lubang tanaman disiapkan, baru dilakukan penanaman. Bibit yang baru ditanam, sebaiknya diberi naungan atau peneduh.&lt;br /&gt;Sistim agroforestri/tumpangsari, ini dapat dilakukan dengan menamai bagian lahan yang terbuka yaitu diantara kedua tanaman pokok dengan tanaman penutup tanah seperti leguminose atau tanaman palawija&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bibit aren berumur 2-3 tahun, maka penanaman dapat dilaksanakan. Lubang tanaman harus sudah dibuat 2-3 bulan sebelum penanaman dengan ukuran 50x50x50 cm atau lebih besar. Jarak antar lubang idealnya 9x9 m, tetapi dapat juga lebih besar atau lebih kecil tergantung kondisi lahan. Sekitar satu bulan menjelang penanaman, dan baiknya galian dari lubang tanaman dimasukkan serta dicampur pupuk kandang sebanyak dua kaleng minyak tanah.&lt;br /&gt;Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar diperoleh lingkungan yang lembab dan cukup air. Pekerjaan yang penting selama pemeliharaan tanaman aren tidaklah banyak, kecuali membersihkan lahan di sekitar tanaman dan membuang pelepah daun kering. Sambil menunggu tanaman berbunga , ijuk dan daun mudanya sudah dapat dinikmati hasil penjualannya.&lt;br /&gt;Sampai sekarang belum ada aturan baku tentang cara pemupukan serta jenis dan dosis pupuk untuk tanaman aren dewasa. Bahkan dapat dikatakan belum ada yang melakukannya. Sementara masalah hama dan penyakit, juga dilaporkan tidak ada jenis pengganggu yang sangat membahayakan tanaman aren.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-3259244318627781284?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/3259244318627781284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=3259244318627781284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3259244318627781284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/3259244318627781284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/06/usaha-keren-gula-semut-aren.html' title='Usaha Keren Gula Semut Aren'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SGRa0LUK9dI/AAAAAAAAAFQ/eB56OGfen4c/s72-c/aren%2Bdi%2Bpegunungan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-1925632950582866681</id><published>2008-05-14T22:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T23:32:21.507-07:00</updated><title type='text'>Usaha Jajanan kecil</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di hampir setiap daerah / kota, kita jumpai aneka makanan khas dari daerah setempat. Makanan ini salah satunya berupa kue / &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvQEyRVBcI/AAAAAAAAAFI/l18BjfSNUPs/s1600-h/GettingreadySept262006005.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200478975361877442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvQEyRVBcI/AAAAAAAAAFI/l18BjfSNUPs/s200/GettingreadySept262006005.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;jajanan tradisional, atau kue umum yang sudah biasa dijumpai di warung-warung dan kios kue. Kebutuhan akan jajanan kue ini akhir-akhir ini ada kecenderungan tergeser dengan jenis kue-kue kontemporer yang dihasilkan dari home industri maupun industri besar. &lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa waktu lalu di beberapa tempat sempat kita jumpai adanya penyelengaraan festival makanan, yang salah satu tujuannya adalah melestarikan aneka kue/jajanan tradisional yang bahkan bisa jadi sudah susah dijumpai di pasar. Mungkin di antara kita ada yang (pernah) akrab dengan aneka jajan seperti ini : nagasari, semar mendut, bakwan, pisang goreng, ubi goreng, dadar gulung, arem-arem, lemper, lentho, ketimus, tahu isi, tempe mendoan, tahu bacem, tempe bacem, tape goreng, krupuk karak, emping goreng, bala-bala, serabi, apem, getuk goreng, dll dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nah, kenapa tidak kita coba jajagi membuat semacam pusat aneka jajan/kue-kue seperti itu. Agar tidak terlalu beresiko, kita bisa memposisikan diri sebagai tempat penampung/penitipan aneka kue tersebut dari orang lain.&lt;/span&gt; Hal ini juga bisa mengurangi besarnya modal yang harus kita keluarkan bila harus memproduksi sendiri jajanan sebanyak itu. Di tengah masyarakat juga masih banyak yang membutuhkan aneka kue/jajan tersebut, semisal untuk acara arisan, pengajian, kerja bakti, memberi suguhan tamu, pendamping acara nonton tv, bioskop, dll, dll. Menurut hemat penulis, masih punya prospek lah :)&lt;br /&gt;Langkah yang pertama harus kita pikirkan adalah mencari lokasi/tempat usaha yang baik, strategis, mudah dijangkau oleh publik atau masyarakat. Dengan memasang plang nama/spanduk besar yang menarik di lokasi usaha, tentu akan mudah cepat dikenal publik. Berikutnya membuat suasana interior yang bersih, menarik, nyaman. Melengkapi dengan etalase yang akan digunakan untuk menaruh kue-kue. Pastikan etalase mampu meminimalkan gangguan dari debu, serangga-serangga pengganggu, dll. Sebaiknya terbuat dari kaca bening. Misal ukuran etalase kaca 2 meter, sebanyak 3 buah.&lt;br /&gt;Siapkan SDM untuk melayani pembeli dan penerima titipan kue. Buat promosi yang menarik via brosur/leaflet atau siaran radio lokal, koran, tabloid, dll.&lt;br /&gt;Buat pengumuman di lokasi usaha, bahwa pemilik juga terus menerima titipan aneka kue/jajanan dari masyarakat. Ada baiknya disertai semacam prosedur quality control, misal pemilik usaha mencoba meminta sampel dari calon penitip kue, sebelum jajanan tersebut dibolehkan turut dijualkan. Hal ini untuk menguji kebersihan, rasa, dan keamanan produk bagi claon konsumen. Jajanan yang bersifat basah biasanya masa edar jual tidak lebih dari 12-24 jam. Lebih dari itu kue bisa basi.&lt;br /&gt;Buat aturan ketat agar penitip kue senantiasa menjaga kualitas produk olahan mereka. Sehingga akan dapat menjaga image usaha, melindungi customer dan meningkatkan omset penjualan. Buat administrasi/metode pelayanan yang menyenangkan dan cepat bagi customer. Keuntungan diambil dari selisih antara harga jual dengan harga asal dari penitip kue. Bisa jadi antara Rp 100 - Rp 500 untuk kue-kue kecil. Lumayan kan, seandainya sehari bisa menjual hingga 500 buah kue. Apalagi bila omset penjualan sudah makin besar. Operasional usaha juga tidak rumit.&lt;br /&gt;Bagaimana, mau mencoba? Semoga bermanfaat ! :)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-1925632950582866681?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/1925632950582866681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=1925632950582866681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1925632950582866681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1925632950582866681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/usaha-jajanan-kecil.html' title='Usaha Jajanan kecil'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvQEyRVBcI/AAAAAAAAAFI/l18BjfSNUPs/s72-c/GettingreadySept262006005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-6236625723435700812</id><published>2008-05-14T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T22:16:31.018-07:00</updated><title type='text'>Depot Susu Segar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ide ini berdasar fakta riil di sekitar daerah penulis. Lingkungan dimana tempat penulis tinggal, termasuk wilayah yang berkembang cukup pesat. Jalan kampung yang tadinya tidak begitu &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvFxCRVBbI/AAAAAAAAAFA/RPxs7vv96HY/s1600-h/800px-Milk_Depot_in_New_York.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200467640943183282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvFxCRVBbI/AAAAAAAAAFA/RPxs7vv96HY/s200/800px-Milk_Depot_in_New_York.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ramai, kini hampir setiap hari menjadi jalan alternatif cukup padat dan sibuk bagi pengendara yang lalu lalang mau ke pusat kota. Di salah satu sudut tikungan, berdiri sebuah warung yang menjajakan minuman susu segar, sehingga si empunya memberi nama di depan tempat usahanya, "Depot Susu Segar". Tadinya penulis perhatikan warung ini tidak begitu ramai. Jumlah pengunjung yang mampir &lt;span class="fullpost"&gt;setidaknya bisa dilihat dari banyaknya kendaraan (roda dua) yang diparkir di depan warungnya.Tetapi seusai lebaran ini betapa penulis dibuat kaget, hampir setiap hari halaman parkir warung itu sudah penuh sesak ramai dengan kendaraan roda dua. Terlihat banyak kalangan pekerja usia muda (usia sekitar 20 - 35 tahunan) mengobrol, bersenda gurau sambil menenteng gelas minuman di warung dan kursi-kursi di luarnya. Hmmmm ... rupanya kini sudah berhasil usaha depot susunya. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ternyata dagangan si empunya juga makin beragam, ada susu segar, susu coklat segar, susu rasa strawbery,&lt;/span&gt; dan (mungkin juga jajanan/gorengan). Kreatif !! Orang yang mau berangkat kerja/ngantor/sekolah kan pasti tertarik untuk mampir, walau sekedar meneguk segelas susu segar tawaran warung tersebut. Selamat deh :) Ada yang mau mencontoh? Coba aja! Siapa tahu bisa Anda tuai keberhasilannya. [TIPS : kalau sudah buka, coba di warung Anda tambahi fasilitas yang membuat nyaman dan betah pengunjung. misal ada siaran TV kabel yang berlayar lebar, bisa ditonton banyak orang, menikmati berita CNN, BBC, de el el, ada koran berita pagi yang bisa dibaca beramai-ramai, tabloid henpone, de el el - hehehe ... ]. Semoga bermanfaat :)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-6236625723435700812?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/6236625723435700812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=6236625723435700812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/6236625723435700812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/6236625723435700812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/depot-susu-segar.html' title='Depot Susu Segar'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCvFxCRVBbI/AAAAAAAAAFA/RPxs7vv96HY/s72-c/800px-Milk_Depot_in_New_York.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-1841040732938361995</id><published>2008-05-12T22:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T22:26:04.291-07:00</updated><title type='text'>Jasa bersihin kamar mandi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Belum ada kerjaan? Nggak punya ijazah sarjana, diploma? Bosan kirim ratusan surat lamaran? Sudah dapat ide usaha mandiri &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCklsyRVBaI/AAAAAAAAAE4/LSpJYgazu6c/s1600-h/Kamar+Mandi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199728696114873762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCklsyRVBaI/AAAAAAAAAE4/LSpJYgazu6c/s200/Kamar+Mandi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(wirausaha)? &lt;span class="fullpost"&gt;Kalau belum, coba perhatikan ide ini. Bisa kamu hitung berapa jumlah seluruh rumah di kampungmu, di kecamatan, atau di kotamu. Apalagi di kota besar, pasti jumlahnya ratusa ribu. Nah, kamar mandi, adalah hal yang (mestinya) mutlak ada di setiap rumah. Minimal satu. Kalau keluarga menengah ke atas, mungkin bisa dua atau lebih. Apalagi tempat kos-kosan. Nah, kamar mandi itu kan butuh untuk dibersihkan, dikuras baknya misal, secara berkala. Nah, berapa diantara mereka yang sudah memiliki tenaga pembantu sendiri? Atau yang punya anak rajin-andalan-pekerja keras yang mau bantu ortunya nguras atau bersihkan KM sendiri? Berapa rumah tangga yang nggak malas bersihkan KM sendiri? Nah, sudah ketahuan peluang bisnis kita? Apalagi sekarang lagi musim wabah Demam Berdarah!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, wirausaha jasa bersih-bersih kamar mandi. Tidak perlu tenaga SDM bertitel sarjana, atau ber IPK min 3.0, atau berwajah tampan/cantik bak model fashion, atau bermodal ratusan juta rupiah. Cuma sedikit modal dan ketekunan, kerja keras, amanah (bisa dipercaya n jujur), buang rasa minder n malu, usaha bisa jalan. Modal bisa dengan kereta angin (sepeda kayuh), perangkat alat2 bersih : sikat, sabun, lap, cairan penghilang noda keramik, dll, dll. Pasang iklan, sebar brosur/selebaran. Jalan bisnisnya !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;Misal aja nih (bisa atur sendiri nanti), untuk bersih KM ukuran kecil, tarip 10 ribu perak, KM ukuran sedang 15 ribu, KM besar 25 ribu. Bisa berlangganan (dapat diskon), atau insidental. Bisa melayani rumah tangga, kos-kosan, apartemen, villa, de el el. Coba dimanage dengan rapi, layani customer dengan ramah dan akrab. Gunakan SDM yang jelas bisa dipercaya, yang jelas track recordnya, karena nantinya kalo suka sering masuk-masuk ke rumah orang, lalu buka2 rahasia isi rumah clien kepada mereka yang berniat jahat, bisa jadi timbul masalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Simple kan idenya? Tapi peluangnya, jangan ditanya. Apalagi klo tarif jasa kita dibandrol harga "Grosir", kayaknya bakal bisa kebanjiran panggilan. Hahaha .... Selamat mencoba !&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-1841040732938361995?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/1841040732938361995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=1841040732938361995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1841040732938361995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1841040732938361995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/jasa-bersihin-kamar-mandi.html' title='Jasa bersihin kamar mandi'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCklsyRVBaI/AAAAAAAAAE4/LSpJYgazu6c/s72-c/Kamar+Mandi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-8038806447125968475</id><published>2008-05-12T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T22:13:58.494-07:00</updated><title type='text'>Membangun Bisnis Internet (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Internet lagi internet lagi. Ya internet (kayaknya) memang tidak akan habis untuk dijadikan sumber inspirasi. Termasuk yang ini, &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkjOyRVBZI/AAAAAAAAAEw/6dh4cSLA6KE/s1600-h/Bisnis+Internet3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199725981695542674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkjOyRVBZI/AAAAAAAAAEw/6dh4cSLA6KE/s200/Bisnis+Internet3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;didasarkan pada pengalaman pribadi penulis sendiri. Kita tahu di internet banyak sekali yang memanfaatkan sebagai media iklan yang cukup efektif, untuk usaha banyak bidang, banyak barang. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kita, kalau rajin browsing, buka-buka web iklan, forum dan komunitas, mungkin akan bisa jumpai banyak peluang bisnis.&lt;/span&gt; Contoh : penulis sendiri sering mendapat order/pesanan dari client, customer, temen, dll untuk dicarikan sesuatu barang. Dengan internet kita bisa tahu harga pasaran objek barang yang kita cari, dan dengan internet pula kadang kita bisa dapatkan barang-barang yang dijual dengan harga "miring", "harga kulak" atau "harga grosir".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus penulis sendiri, yang masih menggeluti dunia seputar IT, sering mengintip peluang-peluang itu di berbagai website. Seperti : www.jakartanotebook.com, www.bekas.com, www.barang-seken.com, www.bhinneka.com (bagian bursa), www.kaskus.us, www.tokobagus.com, www.satuhari.com, dan buanyak situs-situs lain. Pakai bantuan mister Google juga bisa. Kadang ada juga pas kita ndak butuh barang, eh di internet ada yang jual "sesuatu" dengan harga BUTUH UANG atau MIRING SEKALI (misal handphone, pda, mainboard, vga, jaket, laptop, dll). Contoh aja, penulis pernah liat sendiri di internet, ada yang nawarkan laptop mungil ASUS EEE (new) cuma 2 juta perak, padahal harga pasaran masih sekitar 4 jutaan. Kan peluang tuh, tawarkan dulu coba barang tsb (jangan dibeli dulu) ke rekan sejawat, ke customer, dll. Kalau ternyata ada yang minat kan bisa jadi nambah isi dompet tuh :) Segera order ke si pemilik barang. Atau klo memang berani spekulasi, biar tidak keburuan orang lain, lagipula yakin barang tsb memang bakal cepat diminati buyer, ya dah ambil aja segera!&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;TIPS : peluang ini mensyaratkan perlu agak sering ke warnet or browsing internet tuh.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Terus juga senantiasa waspada dan berhati-hati agar tidak jadi korban penipuan, karena biasanya lokasi kita dengan pemilik barang barang berjauhan. Pilih mekanisme transaksi yang "save" atau memang si penjual ketahuan punya track record bagus, nggak pelit kasih alamat yang valid, dll. Gimana, ketangkap kan "ide inti" nya tulisan ini? Kalau belum paham ya silahkan baca berulang-ulang dulu, sampai "Ngerti" gitu ! hehehe salam. [mohon dimaafkan kalo ada yang salah tulis, salah ejaan, salah makna, dll]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-8038806447125968475?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/8038806447125968475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=8038806447125968475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/8038806447125968475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/8038806447125968475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/membangun-bisnis-internet-3.html' title='Membangun Bisnis Internet (3)'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkjOyRVBZI/AAAAAAAAAEw/6dh4cSLA6KE/s72-c/Bisnis+Internet3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-6836456002907187504</id><published>2008-05-06T19:26:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T22:09:05.356-07:00</updated><title type='text'>Membangun Bisnis Internet (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam edisi sebelumnya, penulis menggagas ide mengkoleksi data-informasi, dll dari berbagai &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCfQfyRVBWI/AAAAAAAAAEY/U2EmN8NJ4z4/s1600-h/Bisnis+Internet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199353539311502690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCfQfyRVBWI/AAAAAAAAAEY/U2EmN8NJ4z4/s200/Bisnis%2BInternet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sumber di internet, kemudian dikemas dan di-sale (dijual, maksudnya) ke publik. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Di edisi kedua ini ... ada ide lain yang sudah beredar di internet yang bisa kita cermati. Iwan S Ridwan, seorang teknisi komputer dari Bandung, mencoba membagi ilmu dan berbagai pengalamannya dalam menggeluti dunia komputer (utamanya di bidang hardware) kepada orang lain.&lt;/span&gt; Dia buat kumpulan artikel dan informasi tentang teknik service komputer, merakit komputer, dll, &lt;span class="fullpost"&gt;ditambah dengan beberapa bonus program dan trik, lalu dikemas dalam format e-book, di-SALE via internet. Websitenya, &lt;a href="http://www.perbaikankomputer.com/?id=pointercom" target="_blank"&gt;Perbaikan Komputer (www.perbaikankomputer.com)&lt;/a&gt; menjadi media untuk promosi sekaligus penjualan produknya. Cukup kreatif.Kalau kamu punya ilmu, skill, ketrampilan keahlian yang bisa dibagi dan punya nilai jual, mungkin bisa ditiru ide semacam ini. Mungkin daripada ribet-njlimet membuat buku, mengontak dan menawarkan ke berbagai penerbit, dll .. langkah ini bisa sebagai alternatif lain untuk memulai "menjadi seseorang" yang siapa tahu bisa ikut populer di kalangan publik karena karya-karya ebook-nya. Langkahnya secara sederhana mungkin bisa dirunut : buat artikel, tulisan, dll; diformat yang menarik, beri tambahan data atau gambar ilustrasi, video, dll; diformat dalam ebook secara umum (misal file PDF); mulai buat promosi dan sistem penjualan. Misalkan : SALE ebook perbaikan mesin kulkas, mesin pompa air, ebook membuat anyaman kreatif dari bambu dan pelepah daun pisang, dll. Just wanna share ideas in our brain Keep spirit friend !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-6836456002907187504?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/6836456002907187504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=6836456002907187504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/6836456002907187504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/6836456002907187504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/bisnis-internet.html' title='Membangun Bisnis Internet (2)'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCfQfyRVBWI/AAAAAAAAAEY/U2EmN8NJ4z4/s72-c/Bisnis%2BInternet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-2143431821310839709</id><published>2008-05-06T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T20:47:30.103-07:00</updated><title type='text'>Membangun Bisnis Internet (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ini mungkin tulisan edisi pertama. Sudah banyak iklan, pameo, slogan, promosi dll bahwa internet adalah sumber uang. Benarkah ? penulis setuju. Tapi ada juga aspek negatif yang kadang muncul, misal penipuan, pembobolan kartu kredit, dll yang memanfaatkan internet. OK kita ndak bahas itu. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCESnwdnMLI/AAAAAAAAAC4/34Wqxwktebs/s1600-h/Internet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197455919195566258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" height="169" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCESnwdnMLI/AAAAAAAAAC4/34Wqxwktebs/s320/Internet.jpg" width="169" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita bahas aspek positifnya saja. Banyak hal bisa digali sebagai sumber uang di internet. Coba lihat yang pasang iklan via sms atau iklan atau banner di situs www.detik.com atau di kompas online, dll dll. Lumayan tuh uangnya. Atau jasa bikin website di internet buat perusahaan, kampus, instansi, dll. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nah berikut ada ide sederhana&lt;/span&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;Di internet buanyak sekali data dan informasi bisa kita dapatkan dan kumpulkan, dengan beragam topik (objek) dan tema. Coba satu usulan : kumpulkan sebanyak-banyak mungkin macam resep masakan, kue, jajanan, makanan, menu makan dari jenis sederhana hingga mewah, dari kelas dapur kampung, ndesa, kota, warteg hingga restoran bintang. Sertakan gambar-gambar yang mendukung juga bagus. Nah, setelah itu atur/manage agar bisa dikemas dalam 1 keping CD. Buat cover CD yang menarik. Coba jual via internet/offline. Misal nih dibandrol per copy Rp 49.000,-. Dengan harga segitu, orang bisa mendapatkan ribuan resep masakan. Siapa yang gak minat ? Sementara untuk mendapatkannya via media cetak atau browsing sendiri di internet, orang bisa jadi keluar biaya lebih dari itu.Oh ya, sumber artikel resep / menu-menu tadi bisa digali dari berbagai website di internet, baik dalam dan luar negeri. Ya, kita perlu modal sih buat online. Tapi dari warnet bisa lebih murah dibanding pakai ngenet telp rumah, lagipula di warnet suka ada harga paket ngenet yang murah misal untuk 3 jam atau 5 jam sekaligus. Coba luangkan waktu 2 minggu penuh, setiap hari berburu (hunting) informasi tadi. Kumpulkan, manage, burning, kasih cover, promosikan, kirim ke pembeli, jadi duit. Coba untuk ide-ide/objek lain. Semoga bermanfaat ......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-2143431821310839709?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/2143431821310839709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=2143431821310839709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/2143431821310839709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/2143431821310839709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/membangun-bisnis-internet-1.html' title='Membangun Bisnis Internet (1)'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCESnwdnMLI/AAAAAAAAAC4/34Wqxwktebs/s72-c/Internet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4965529687308113554.post-1680211826361117705</id><published>2008-05-06T17:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T20:56:37.802-07:00</updated><title type='text'>Latar Belakang Penciptaan Kreasi Ekonomi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di negara maju, creative economy telah menjadi roda penggerak &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkQvCRVBXI/AAAAAAAAAEg/lD7e7KbjgiM/s1600-h/kantor.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199705645025396082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkQvCRVBXI/AAAAAAAAAEg/lD7e7KbjgiM/s200/kantor.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ekonomi yang tidak bisa lagi dianggap enteng. Industri hiburan yang terdiri dari film, musik, media, dan penerbitan di Amerika Serikat memiliki nilai sangat besar. Tahun 2005, hanya 20% buruh Amerila yang bekerja di sektor industri secara langsung, 80% sisanya diserap sektor lain. Hal yang sama terjadi di India. Lihat saja Bollywood dan sektor software yang berkembang akhir-akhir ini. Semuanya menunjukkan gejala pembaruan ekonomi, yaitu creative economy. Creative economy punya nilai lebih tinggi. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sebagai pembanding, nilai kapitalisasi saham Microsoft, yang hanya memiliki kurang lebih 30.000 pegawai di seluruh dunia, mencapai US$ 600 milyar. Sedangkan nilai kapitalisasi saham McDonald's, yang pegawainya di seluruh dunia melebihi 300.000 orang, cuma kurang dari sepersepuluh Microsoft.&lt;/span&gt; Jelas creative economy bisa menjadi potensi sangat dahsyat. Creative economy punya beberapa kelebihan unik. &lt;span class="fullpost"&gt;Misalnya saja, sebuah ide, lagu, atau film dapat menyebar ke seluruh dunia dalam tempo sangat singkat, sekalipun jalur distribusinya 100% secara virtual. Berbeda dengan produk-produk industri nyata, yang butuh logistik dan jalur distribusi berlapis-lapis. Di samping mahal, juga memakan sumber daya dengan kecepatan jauh lebih rendah. Hanya saja, produk-produk creative economy, seperti film, buku, musik, software komputer, dan video games, sangat mudah dipalsukan dan dibajak. Semata-mata karena ongkos menggandakannya sangat murah. Juga dengan teknologi saat ini, kecepatan dan kemampuan memalsukan tak terhitung sangat cepatnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu, di mana posisi kita dalam creative economy saat ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Saya pribadi menganggap creative economy di Indonesia perlu dikembangkan secepat mungkin, untuk menciptakan daya saing yang lebih berimbang secara global. Misalnya saja, beberapa produk creative economy seperti musik Indonesia populer, dangdut, sinetron, dan desain batik sudah menjadi komoditas ekspor yang baik. Potensi lainnya masih banyak. Rahasianya sederhana. Yaitu menggunakan imajinasi untuk menciptakan ide baru, yang mampu mengglobal dan laku diekspor. Seorang teman berkilah bahwa di kantong-kantong produksi keramik di Jawa Barat atau mebel di Jawa Tengah dan perhiasan serta lukisan di Bali, kita punya sumber daya perajin sangat berpengalaman, terampil, dan mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi. Yang tidak ada justru desainer kreatif yang mampu melahirkan ide-ide baru yang orisinal dan segar, sehingga produk kerajinan tidak melulu berkualitas rendah dengan desain ketinggalan zaman. Tak mengherankan apabila banyak orang asing, yang datang dengan desain baru yang segar, lalu membuat produknya di sentra produksi di Jawa dan Bali, kemudian mengekspornya dengan nama atau merek sendiri. Buntutnya, perajin kita tetap saja menerima upah yang rendah.Seorang teman melaporkan, di sebuah butik di Las Vegas, ia melihat sebuah baju kebaya ala Indonesia dipajang di etalase paling depan. Ketika ia bertanya tentang harganya, konon mendekati Rp 200 juta. Ia sampai terkaget-kaget. Ia juga kaget ketika di bandara menemukan sebuah buku tentang kebaya, tetapi bukan ditulis orang Indonesia, melainkan oleh orang Malaysia. Ia pun waswas, jangan-jangan kebaya nantinya diklaim sebagai hasil karya orisinal Malaysia. Kadang saya sangat sedih melihat desain batik secara sembrono diaplikasikan, misalnya, ke dasi, baju seragam, atau produk-produk interior, tanpa sedikit pun memperhatikan kreativitas apik dan komersial. Di Yogyakarta, di sebuah pusat perbelanjaan, sang satpam memakai seragam dengan peci, dasi, dan kemeja yang semuanya dari batik. Tapi kesannya asal tempel. Tidak menggunakan kepekaan estetik. Akibatnya, terlihat seperti batik yang diperlakukan sewenang-wenang.&lt;br /&gt;Ada baiknya sekolah dan pusat pelatihan yang mampu memberdayakan kreativitas dibentuk dan diperbanyak. Semata-mata agar muncul kreativitas yang bisa menggerakkan ekonomi dan daya saing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4965529687308113554-1680211826361117705?l=swastadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://swastadaya.blogspot.com/feeds/1680211826361117705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4965529687308113554&amp;postID=1680211826361117705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1680211826361117705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4965529687308113554/posts/default/1680211826361117705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://swastadaya.blogspot.com/2008/05/latar-belakang-penciptaan-kreasi.html' title='Latar Belakang Penciptaan Kreasi Ekonomi'/><author><name>SMA Negeri 1 Purworejo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nps4cvd_7Yg/SCFKywdnMNI/AAAAAAAAADI/qVOZIqUZzz4/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nps4cvd_7Yg/SCkQvCRVBXI/AAAAAAAAAEg/lD7e7KbjgiM/s72-c/kantor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
